- Gambaran Umum ESL Pro League
- Tabel Lengkap Juara ESL Pro League
- Era Fnatic dan Awal ESL Pro League (2015)
- Dominasi 2016: Luminosity & Kejutan Cloud9
- Tahun Emas 2017: G2 & SK Gaming
- Astralis Membangun Dinasti (2018)
- Liquid & mousesports Mengguncang 2019
- Musim Online 2020: Fnatic, Liquid, Astralis & FURIA
- Kebangkitan Heroic & Tahun Super NAVI (2021)
- FaZe & Vitality Berburu Gelar (2022)
- Transisi CS:GO ke CS2: FaZe & MOUZ (2023)
- Awal CS2: MOUZ & NAVI (2024)
- Vitality Superteam di 2025
- NAVI vs Vitality di Puncak CS2 (2026)
- ESL Pro League & Ekonomi CS2 Skins
- FAQ: Pertanyaan Umum seputar ESL Pro League
Gambaran Umum ESL Pro League
ESL Pro League adalah salah satu liga Counter-Strike paling prestisius dan paling lama berjalan. Dimulai tahun 2015 di era CS:GO dan kini berlanjut ke CS2, turnamen ini selalu menghadirkan kombinasi unik antara suasana yang relatif santai dengan level kompetisi kelas dunia.
Para juara ESL Pro League bukan hanya sekadar pemenang turnamen biasa. Banyak di antara mereka yang juga menjadi penguasa era tertentu: Fnatic di awal, Astralis saat masa dinasti mereka, Team Liquid dengan "summer run" gila 2019, hingga Team Vitality dan NAVI di puncak era CS2.
Artikel ini menyajikan daftar lengkap semua juara ESL Pro League dari Season 1 hingga Season 24 (2015–2026), plus konteks singkat setiap musim: roster kunci, cerita grand final, dan momen ikonik yang membentuk sejarah Counter-Strike modern.
Tabel Lengkap Juara ESL Pro League
Berikut ringkasan cepat semua juara ESL Pro League per musim. Di bawah tabel ini, kamu bisa membaca penjelasan detail tiap tahun.
| Season | Tahun | Juara |
|---|---|---|
| Season 1 | 2015 | Fnatic |
| Season 2 | 2015 | Fnatic |
| Season 3 | 2016 | Luminosity Gaming |
| Season 4 | 2016 | Cloud9 |
| Season 5 | 2017 | G2 Esports |
| Season 6 | 2017 | SK Gaming |
| Season 7 | 2018 | Astralis |
| Season 8 | 2018 | Astralis |
| Season 9 | 2019 | Team Liquid |
| Season 10 | 2019 | mousesports |
| Season 11 | 2020 | Fnatic (EU), Team Liquid (NA) |
| Season 12 | 2020 | Astralis (EU), FURIA (NA) |
| Season 13 | 2021 | Heroic |
| Season 14 | 2021 | NAVI |
| Season 15 | 2022 | FaZe Clan |
| Season 16 | 2022 | Team Vitality |
| Season 17 | 2023 | FaZe Clan |
| Season 18 | 2023 | MOUZ |
| Season 19 | 2024 | MOUZ |
| Season 20 | 2024 | NAVI |
| Season 21 | 2025 | Team Vitality |
| Season 22 | 2025 | Team Vitality |
| Season 23 | 2026 | NAVI |
| Season 24 | 2026 | Team Vitality |
Era Fnatic dan Awal ESL Pro League (2015)
ESL Pro League Season 1: Fnatic Mendominasi
Musim pertama ESL ESEA Pro League dimainkan di Cologne pada Juli 2015. Saat itu, tidak ada tim yang lebih menakutkan dari Fnatic. Dengan roster olofmeister, flusha, JW, KRIMZ, dan pronax, mereka baru saja mengangkat dua trofi Major dan melanjutkan dominasi di Pro League.
Di grand final, Fnatic mengalahkan Cloud9 dengan skor 3–1. Bagi banyak fans, ini adalah cara ideal membuka sejarah ESL Pro League: juara pertamanya adalah tim terbaik di dunia saat itu.
ESL Pro League Season 2: Fnatic Back-to-Back
Season 2 digelar di Burbank, California. Fnatic datang dengan satu perubahan besar: dennis masuk menggantikan pronax. Banyak yang mengira perubahan IGL ini akan membuat performa mereka goyah.
Yang terjadi justru sebaliknya. Fnatic kembali sampai ke final dan menang 3–2 atas NAVI dalam seri best-of-five ketat yang ditutup di Cobblestone. Dengan kemenangan ini, Fnatic menjadi tim pertama yang back-to-back juara ESL Pro League, menegaskan status mereka sebagai raja era awal Pro League.
Dominasi 2016: Luminosity & Kejutan Cloud9
ESL Pro League Season 3: Luminosity dan Kebangkitan Brasil
Setelah sukses besar di Major MLG Columbus, Luminosity Gaming datang ke London dengan reputasi yang sedang melambung. Roster FalleN, fer, coldzera, fnx, dan TACO melanjutkan performa luar biasa mereka.
Mereka menaklukkan G2 3–2 di final, dan kemenangan ini sekaligus menegaskan bahwa tim Brasil bukan sekadar "tim kejutan" Major, tetapi kekuatan baru di skena internasional. Kombo AWP-calling FalleN dan permainan bintang coldzera benar-benar mengerikan di periode ini.
ESL Pro League Season 4: Cloud9 dan Kejutan Besar NA
Season 4 berlangsung di São Paulo, Brasil. Di atas kertas, semua orang menjagokan tim Brasil SK Gaming (mantan Luminosity). Namun cerita berakhir manis untuk NA.
Cloud9 dengan n0thing, shroud, Skadoodle, Stewie2K, dan autimatic berhasil menaklukkan SK di depan publik tuan rumah dengan skor 2–1. Ini jadi salah satu upset paling berkesan di sejarah ESL Pro League, sekaligus gelar besar pertama untuk Cloud9 di era itu.
Tahun Emas 2017: G2 & SK Gaming
ESL Pro League Season 5: G2 Superteam Perancis
Season 5 di Dallas menjadi panggung untuk G2 Esports dengan roster super: shox, apEX, kennyS, NBK-, dan bodyy. Dengan kombinasi entry agresif dan AWP eksplosif kennyS, G2 tampil sangat meyakinkan.
Mereka mengalahkan North 3–1 di final, dan kennyS membawa pulang MVP. Bagi apEX, ini adalah trofi ESL Pro League pertamanya – yang nantinya akan disusul banyak gelar bersama Team Vitality di era CS2.
ESL Pro League Season 6: SK Gaming dan Gelar Kedua untuk Brasil
Final Season 6 digelar di Odense, Denmark, dan menjadi penutup tahun manis untuk core Brasil di bawah bendera SK Gaming. Roster FalleN, fer, coldzera, TACO, dan boltz menghabisi FaZe Clan 3–1.
Dengan kemenangan ini, core Brasil mengemas dua trofi ESL Pro League di dua organisasi berbeda, memperkuat status mereka sebagai salah satu core tersukses dalam sejarah CS:GO.
Astralis Membangun Dinasti (2018)
ESL Pro League Season 7: Awal Dinasti Astralis
Masuk 2018, Astralis baru saja menyempurnakan roster mereka dengan hadirnya Magisk bersama dev1ce, dupreeh, Xyp9x, dan gla1ve. Season 7 di Dallas menjadi salah satu titik awal dinasti mereka.
Astralis menumbangkan Team Liquid 3–1 di grand final. Gaya main taktis gla1ve, utility usage kelas dunia, dan konsistensi dev1ce menjadikan mereka standar baru di level tertinggi.
ESL Pro League Season 8: Astralis Pertahankan Gelar di Kandang
Season 8 kembali ke Odense, Denmark. Kali ini Astralis bermain di depan publik sendiri, dan tekanan justru membuat mereka tampil lebih ganas.
Mereka kembali mengalahkan Team Liquid 3–1. Di titik ini, Liquid seperti selalu mentok ketika bertemu Astralis di final besar. Bagi Astralis, ini adalah gelar ESL Pro League kedua berturut-turut, dan menegaskan mereka sebagai salah satu tim CS:GO terbaik sepanjang masa.
Liquid & mousesports Mengguncang 2019
ESL Pro League Season 9: Team Liquid Akhirnya Angkat Trofi
Setelah dua kali kalah dari Astralis di final ESL Pro League, Team Liquid akhirnya memutus kutukan pada Season 9 di Montpellier. Roster nitr0, EliGE, Twistzz, NAF, dan Stewie2K berada di puncak performa.
Mereka mengalahkan G2 3–1, dan kemenangan ini menjadi bagian dari "summer run" 2019 yang gila – salah satu dari empat trofi yang mereka butuhkan untuk menyelesaikan Intel Grand Slam. Di periode ini, Liquid nyaris tak tersentuh di turnamen besar non-Major.
ESL Pro League Season 10: mousesports dan Era Karrigan
Season 10 kembali ke Odense dan menampilkan mousesports (karrigan, ropz, frozen, woxic, chrisJ) sebagai juara baru. Di bawah komando karrigan, roster muda ini bisa memadukan struktur dan kreativitas dengan sangat baik.
Mereka menang telak 3–0 atas Fnatic di final, mengamankan trofi ESL Pro League pertama untuk organisasi MOUZ. Bagi karrigan, ini adalah pembuktian bahwa ia bisa membentuk tim juara dari materi pemain muda berbakat.
Musim Online 2020: Fnatic, Liquid, Astralis & FURIA
ESL Pro League Season 11 Eropa: Fnatic Bangkit Lagi
Pandemi COVID-19 memaksa ESL Pro League Season 11 dimainkan secara online dan dibagi per region. Di Eropa, Fnatic (Brollan, KRIMZ, JW, flusha, Golden) kembali menemukan form terbaik mereka.
Mereka membalas kekalahan dari MOUZ di Season 10 dengan menang 3–2 di final. Brollan yang masih berusia 17 tahun tampil luar biasa dan meraih MVP, menjadikan ini gelar ESL Pro League pertama Fnatic sejak 2015.
ESL Pro League Season 11 Amerika Utara: Liquid Masih Rajanya
Di regional Amerika Utara, Team Liquid (masih dengan lineup nitr0, EliGE, Twistzz, NAF, Stewie2K) membuktikan bahwa mereka tetap penguasa NA.
Mereka menyapu bersih Evil Geniuses 3–0 di final. Walau format online mengurangi nuansa LAN, kualitas permainan Liquid tetap impresif dan menunjukkan kedalaman scene NA saat itu.
ESL Pro League Season 12 Eropa: Astralis dan Reverse Sweep Legendaris
Season 12 masih online, tetapi final Eropa-nya menjadi salah satu seri terbaik sepanjang sejarah Pro League. NAVI memulai dengan keunggulan 1 map dari upper bracket dan langsung memimpin 2–0.
Namun Astralis (dev1ce, dupreeh, Magisk, gla1ve, es3tag) melakukan reverse sweep 3–2. Dengan kembalinya gla1ve dari hiatus, Astralis menunjukkan mental juara mereka sekali lagi dan meraih gelar ESL Pro League ketiga.
ESL Pro League Season 12 Amerika Utara: FURIA Menguasai NA
Di Amerika Utara, giliran FURIA (arT, KSCERATO, yuurih, VINI, HEN1) yang berjaya. Permainan super agresif khas arT membuat banyak tim NA kewalahan.
Mereka mengalahkan 100 Thieves 3–0 di final dan meraih gelar ESL Pro League pertama FURIA, menegaskan bahwa scene Brasil tidak hanya bergantung pada core SK/Luminosity.
Kebangkitan Heroic & Tahun Super NAVI (2021)
ESL Pro League Season 13: Heroic dan Keajaiban cadiaN
Musim 13 menjadi titik balik bagi Heroic. Dengan lineup cadiaN, stavn, TeSeS, refrezh, dan sjuush, mereka datang tanpa label favorit, tetapi pulang dengan trofi.
Mereka menundukkan Gambit 3–2 dalam final dramatis, yang diabadikan oleh clutch 1v4 cadiaN yang ikonik – momen yang sering dikutip dengan kalimat "You can't win Pro League like this". Heroic berhasil membuktikan bahwa kamu memang bisa.
ESL Pro League Season 14: Tahun Keemasan NAVI
2021 adalah salah satu tahun paling dominan dalam sejarah CS untuk NAVI. Dengan roster s1mple, electroNic, Boombl4, Perfecto, dan b1t, mereka merajai hampir semua event besar.
Di Season 14, mereka mengalahkan Team Vitality 3–2 di final dan menambah satu lagi trofi ke koleksi tahun itu. S1mple bermain di level yang sering disebut sebagai peak individual performance dalam sejarah Counter-Strike.
FaZe & Vitality Berburu Gelar (2022)
ESL Pro League Season 15: FaZe dan Kembalinya LAN
Season 15 menjadi musim penting karena ESL Pro League resmi kembali ke LAN. FaZe Clan dengan karrigan, rain, Twistzz, broky, dan ropz datang dengan momentum besar setelah juara IEM Katowice 2022.
Mereka menaklukkan ENCE 3–1 di final dan melanjutkan tahun 2022 yang bersejarah. Perpaduan pengalaman karrigan dan firepower Twistzz–ropz menjadikan FaZe salah satu superteam internasional tersukses.
ESL Pro League Season 16: Trofi Pertama Vitality Era Internasional
Team Vitality datang ke Season 16 di Malta dengan roster internasional: apEX, ZywOo, dupreeh, Magisk, dan Spinx. Setelah beberapa kali nyaris sukses, mereka akhirnya pecah telur.
Vitality menang 3–2 atas Team Liquid dalam final yang sangat ketat. ZywOo meraih MVP, sementara dupreeh dan Magisk menjadi pemain pertama yang mengoleksi empat gelar ESL Pro League berkat kesuksesan mereka bersama Astralis sebelumnya.
Transisi CS:GO ke CS2: FaZe & MOUZ (2023)
ESL Pro League Season 17: FaZe dan Intel Grand Slam
Season 17 di Malta mempertemukan kembali roster FaZe yang sama dengan Season 15. Kali ini, karrigan dan kawan-kawan menghadapi Cloud9 di final.
Mereka menang 3–1 dan mengamankan gelar ESL Pro League kedua untuk roster ini. Kemenangan ini juga melengkapi pencapaian Intel Grand Slam FaZe, menjadikan gelar EPL kali ini terasa ekstra spesial.
ESL Pro League Season 18: MOUZ dan Penutup Era CS:GO
Season 18 adalah turnamen Tier 1 CS:GO offline terakhir sebelum transisi ke CS2, dan momen ini diabadikan oleh MOUZ dengan roster super muda: siuhy, frozen, torzsi, xertioN, dan Jimpphat.
Mereka menyapu NAVI 3–0 di final. Jimpphat yang baru 17 tahun meraih MVP, dan kemenangan ini dianggap sebagai perpisahan sempurna dengan CS:GO sebelum era baru CS2 dimulai.
Awal CS2: MOUZ & NAVI (2024)
ESL Pro League Season 19: MOUZ Juara Pertama Era CS2
Memasuki CS2, MOUZ tetap panas. Dengan Brollan menggantikan frozen, mereka kembali ke Malta untuk Season 19.
MOUZ mengalahkan Team Vitality 3–0 di final, menjadikan mereka tim ketiga yang berhasil back-to-back juara ESL Pro League setelah Fnatic dan Astralis. Kemenangan ini juga menegaskan bahwa inti muda MOUZ mampu beradaptasi cepat dengan CS2.
ESL Pro League Season 20: NAVI dan Roster Baru yang Menang
Enam bulan setelah menjuarai PGL Copenhagen Major di CS2, NAVI kembali mengangkat trofi besar di Season 20. Roster Aleksib, iM, b1t, jL, dan w0nderful tampil stabil sepanjang turnamen.
Di final, mereka mengalahkan Eternal Fire (yang nantinya bertransformasi menjadi Aurora) 3–2. Ini adalah gelar ESL Pro League pertama untuk lineup baru dan gelar kedua secara keseluruhan untuk organisasi NAVI.
Vitality Superteam di 2025
ESL Pro League Season 21: Vitality di Era ropz
Memasuki 2025, Team Vitality membentuk salah satu superteam CS2 paling mengerikan: apEX, ZywOo, flameZ, mezii, dan ropz. Season 21 di Stockholm menjadi salah satu trofi besar pertama mereka sebagai roster baru.
Vitality menghancurkan MOUZ 3–0 di final. ZywOo kembali meraih MVP, sementara ropz menambah koleksi gelarnya setelah sukses bersama FaZe. Kemenangan ini juga menjadi salah satu dari empat trofi yang membawa Vitality mengamankan ESL Grand Slam.
ESL Pro League Season 22: Vitality Pertahankan Gelar di Stockholm
Enam bulan kemudian, Vitality kembali ke Stockholm untuk Season 22 dengan roster yang sama. Kali ini lawannya adalah Team Falcons yang juga bertabur bintang.
Hasilnya, Vitality kembali menang 3–0 dan mempertahankan gelar mereka. Season 22 menjadi trofi kedelapan mereka sepanjang 2025, sebuah angka yang luar biasa untuk satu tahun kalender dan memperkuat klaim bahwa roster ini adalah salah satu yang terkuat dalam sejarah CS2.
NAVI vs Vitality di Puncak CS2 (2026)
ESL Pro League Season 23: NAVI Rebuild yang Berbuah Manis
Season 23 kembali ke Stockholm dan menjadi ajang pembuktian NAVI versi terbaru: Aleksib, iM, b1t, w0nderful, dan makazze. Setelah beberapa penyesuaian roster, mereka kembali menemukan formula kemenangan.
Dalam rematch final dari Season 20, NAVI mengalahkan Aurora (eks Eternal Fire) 3–1. Drin "makazze" Shaqiri tampil luar biasa dan meraih MVP pertamanya di level Tier 1, menandai era baru NAVI yang tetap kompetitif di puncak skena CS2.
ESL Pro League Season 24: Vitality Jadi Tim Terbanyak Gelar
Season 24 digelar di Spodek Arena, Katowice – salah satu venue paling legendaris di dunia Counter-Strike. Team Vitality dengan roster apEX, ZywOo, flameZ, mezii, dan ropz kembali menunjukkan kelas mereka.
Mereka menaklukkan MOUZ dengan skor 3–0 yang meyakinkan di grand final. Dengan hasil ini, Vitality resmi mengoleksi empat gelar ESL Pro League dan menjadi organisasi paling sukses dalam sejarah EPL. Banyak analis dan penonton mulai menyebut mereka sebagai tim CS sepanjang masa, melampaui dinasti-dinasti sebelumnya.
ESL Pro League & Ekonomi CS2 Skins
Setiap musim ESL Pro League tidak hanya mempengaruhi ranking tim dan narasi kompetitif, tetapi juga berdampak pada ekonomi skin Counter-Strike. Ketika tim atau pemain tertentu mendominasi, skin yang identik dengan mereka sering ikut naik peminat – entah itu pattern AK-47 yang sering dipakai bintang tertentu, atau skin AWP ikonik yang sering terlihat di broadcast.
Buat kamu yang aktif trading atau sekadar ingin koleksi, momen-momen seperti MOUZ back-to-back juara, dominasi NAVI, atau Vitality mengangkat trofi di Katowice sering jadi triger hype untuk skin terkait tim atau pemain yang bersinar di turnamen tersebut.
Tips Memilih Skins Terkait ESL Pro League
Beberapa tips santai namun berguna buat kamu yang ingin memanfaatkan momentum ESL Pro League untuk mempercantik inventory CS2:
- Perhatikan pemain paling sering muncul di layar (MVP, entry star, AWP utama) – skin yang mereka pakai cenderung lebih sering dicari.
- Tim yang meraih back-to-back gelar atau memenangkan Intel/ESL Grand Slam biasanya memicu tren jangka panjang pada warna atau tema tertentu (misalnya kuning-hitam yang identik dengan NAVI atau Vitality).
- Jangan hanya ikut FOMO. Pastikan kamu membeli dengan harga dan pattern yang masuk akal, terutama jika berniat investasi jangka panjang.
Kalau kamu ingin mencari skin CS2 dengan harga kompetitif dan proses yang praktis, kamu bisa cek marketplace seperti cs2 skins di UUSKINS. Di sana kamu bisa filter berdasarkan harga, kualitas, sampai jenis senjata, sehingga lebih mudah menyesuaikan dengan budget dan gaya mainmu.
Buat pemain yang masih aktif di komunitas CS:GO dan suka nostalgia, koleksi csgo skins juga tetap menarik – terutama untuk skin klasik yang identik dengan era juara seperti Astralis, Fnatic, atau Team Liquid ketika berjaya di ESL Pro League.
FAQ: Pertanyaan Umum seputar ESL Pro League
Siapa tim dengan gelar ESL Pro League terbanyak?
Per 2026, Team Vitality memegang rekor dengan empat gelar (Season 16, 21, 22, dan 24). Mereka melampaui Astralis yang mengoleksi tiga gelar serta Fnatic, MOUZ, NAVI, dan FaZe yang masing-masing punya dua gelar atau lebih di periode berbeda.
Pemain mana saja yang paling berpengaruh dalam sejarah ESL Pro League?
Beberapa nama yang sering disebut ketika membahas ESL Pro League:
- ZywOo – MVP di beberapa gelar Vitality dan wajah era CS2.
- s1mple – ikon NAVI dan salah satu pemain terbaik sepanjang masa.
- dev1ce – mesin konsistensi Astralis di era dinasti mereka.
- karrigan – IGL yang berhasil juara EPL dengan dua organisasi berbeda (MOUZ dan FaZe).
- core Brasil (FalleN, coldzera, fer) – dua gelar penting di 2016–2017.
Apakah ada perbedaan besar antara era CS:GO dan CS2 di ESL Pro League?
Ya. Di era CS:GO, struktur meta dan movement berbeda, begitu juga peta yang digunakan. Transisi ke CS2 membawa perubahan besar di smoke, movement, dan feel aim. Menariknya, tim seperti MOUZ, NAVI, dan Vitality berhasil beradaptasi dengan sangat cepat dan langsung meraih gelar di ESL Pro League, menunjukkan kedalaman talent dan kualitas sistem mereka.
Pada akhirnya, ESL Pro League adalah seri turnamen yang sangat bagus untuk diikuti jika kamu ingin memahami evolusi strategi, meta, dan pemain terbaik dari era CS:GO hingga CS2. Dari Fnatic 2015 sampai Vitality 2026, setiap musim menambah bab baru dalam sejarah Counter-Strike modern.











