- Gambaran umum ESL Pro League Season 23
- Perubahan format dan dampaknya
- Mengapa Vitality dan Falcons absen?
- Daftar tim lengkap ESL Pro League S23
- Tim Stage 1 (online)
- Profil singkat beberapa tim Stage 1
- Tim Stage 2: tim unggulan
- Favorit juara ESL Pro League S23
- Jadwal CS2 2026 dan peran ESL
- Tips menikmati turnamen & memaksimalkan CS2 skins
Gambaran umum ESL Pro League Season 23
ESL Pro League (EPL) Season 23 kembali jadi salah satu turnamen Counter-Strike 2 (CS2) terbesar di kalender kompetitif 2026. Selain statusnya sebagai liga elit, EPL S23 juga terhubung dengan ESL Grand Slam VI yang menawarkan hadiah sensasional sebesar 1 juta USD untuk tim yang mampu mengoleksi trofi seri ESL tertentu.
Musim ini, ESL membawa satu perubahan besar di struktur turnamen yang cukup mengejutkan komunitas. Menariknya, di tengah perubahan ini dua organisasi raksasa, Team Vitality dan Team Falcons, memilih tidak ikut serta di Season 23. Keputusan tersebut otomatis mengubah peta persaingan dan membuka ruang bagi beberapa tim kuda hitam untuk unjuk gigi.
Artikel ini akan membahas secara lengkap:
- Perubahan format ESL Pro League Season 23
- Alasan potensial di balik absennya Vitality dan Falcons
- Daftar tim Stage 1 dan Stage 2
- Highlight tim-tim unggulan dan kuda hitam
- Konteks jadwal CS2 2026 yang super padat
- Cara kamu bisa menikmati turnamen sambil memaksimalkan koleksi CS2 skins
Perubahan format dan dampaknya
Salah satu sorotan utama EPL Season 23 adalah Stage 1 yang kini dimainkan secara online. Pada Season 22, fase awal masih diadakan secara LAN, sehingga transisi ke format online terasa sebagai downgrade bagi sebagian fans dan pemain.
Dampak perubahan ini cukup luas:
- Kompetitif: Faktor ping, setup, dan lingkungan bermain bisa memengaruhi performa. Ada tim yang biasanya berbahaya di LAN, tapi kurang stabil di online, dan sebaliknya.
- Penonton: Atmosfer arena LAN dengan sorakan penonton jelas sulit tergantikan. Untuk Stage 1, pengalaman menonton akan terasa lebih seperti kualifikasi online ketimbang event stadion.
- Strategi tim: Beberapa tim mungkin memanfaatkan online Stage 1 untuk rotasi pemain, bereksperimen taktik, atau mengelola waktu latihan menuju event berikutnya.
Perubahan ini bisa jadi salah satu faktor yang dipertimbangkan tim besar saat menyusun kalender turnamen mereka, terutama di musim dengan jadwal super padat seperti 2026.
Mengapa Vitality dan Falcons absen?
Team Vitality adalah juara EPL Season 22, setelah mengalahkan Team Falcons di grand final. Melihat prestasi tersebut, absennya kedua tim di Season 23 jelas menjadi pertanyaan besar bagi komunitas CS2.
ESL sudah merilis daftar tim undangan, dan secara resmi disebut bahwa Vitality dan Falcons menolak undangan. Namun, sampai sekarang belum ada pernyataan publik mendetail yang menjelaskan alasan spesifik. Meski demikian, ada beberapa kemungkinan logis yang sering dibahas analis dan fans:
- Jadwal super padat: Turnamen CS2 awal 2026 sangat rapat, dengan event besar lain yang dimulai hanya dua hari setelah grand final EPL S23. Manajemen waktu dan kelelahan pemain menjadi isu nyata.
- Prioritas persiapan Major: Dengan IEM Cologne 2026 berstatus CS2 Major, beberapa tim bisa jadi memilih fokus full pada bootcamp dan persiapan khusus untuk turnamen tersebut.
- Manajemen roster: Potensi perubahan lineup, recovery pemain, atau fokus latihan jangka panjang mungkin dirasa lebih penting daripada mengikuti semua event tier-1.
Apapun alasannya, yang jelas slot kosong Vitality dan Falcons membuka jalan bagi tim lain untuk naik ke panggung utama EPL Season 23.
Daftar tim lengkap ESL Pro League S23
ESL telah mengumumkan susunan tim yang akan tampil di EPL Season 23. Secara garis besar, turnamen dibagi menjadi dua fase:
- Stage 1: Fase online, di mana sejumlah tim besar dan qualifier winner saling sikut untuk tiket melaju.
- Stage 2: Fase utama dengan tim-tim top dunia yang sudah mendapatkan seed tinggi atau promosi dari Stage 1.
Absennya Vitality dan Falcons membuat beberapa tim lain naik kelas: Passion UA dan Ninjas in Pyjamas (NiP) menerima undangan ke Stage 1, sementara Aurora Gaming dan B8 dipromosikan menjadi peserta Stage 2.
Berikutnya, kita akan bedah lebih detail komposisi Stage 1 dan Stage 2, serta potensi masing-masing kubu.
Tim Stage 1 (online)
Meski disebut sebagai Stage 1 online, level kompetisi di fase ini jauh dari kata lemah. Banyak tim dengan reputasi global tinggi justru memulai perjalanan mereka dari sini.
Daftar tim Stage 1 mencakup organisasi papan atas dan beberapa juara kualifikasi regional, di antaranya:
- Legacy
- Astralis
- Ninjas in Pyjamas
- Gaimin Gladiators
- G2 Esports
- HEROIC
- Passion UA
- SemperFi Esports
- Team Liquid
- paiN Gaming
- PARIVISION
- M80
- 3DMAX
- FUT Esports
- NRG
- Monte
Selain tim yang sudah memiliki peringkat dunia tinggi, beberapa slot diisi oleh pemenang turnamen seperti ESL Challenger League Season 50 dan DreamHack Knockout. Hal ini memastikan Stage 1 bukan hanya formalitas, tapi benar-benar ujian berat bagi semua peserta.
Profil singkat beberapa tim Stage 1
Untuk membantumu memahami dinamika persaingan di Stage 1, mari fokus ke beberapa tim kunci yang berpotensi jadi pusat perhatian.
G2 Esports: juara yang masih inkonsisten
G2 Esports datang ke EPL Season 23 dengan status juara BLAST Open Fall 2025. Secara teori, ini adalah organisasi besar yang pantas mendapat seed tinggi. Namun, problem klasik mereka adalah inkonsistensi: performa bisa sangat kuat di satu event, lalu drop di turnamen berikutnya.
Fakta bahwa G2 harus memulai dari Stage 1 menunjukkan betapa ketatnya persaingan dan bagaimana inkonsistensi ini memengaruhi posisi mereka di berbagai event, termasuk penempatan seed di turnamen lain seperti IEM Kraków 2025.
Legacy: perjalanan naik turun sepanjang 2025
Legacy adalah contoh tim yang roller coaster sepanjang 2025. Mereka sempat menjuarai CS Asia Championships 2025, sebuah pencapaian besar di level internasional.
Namun, di sisi lain, Legacy tidak mampu menembus Stage 2 di Budapest Major 2025. Fluktuasi performa semacam ini membuat mereka jadi tim yang menarik: bisa tampil seperti kuda hitam berbahaya, tapi juga punya risiko tersingkir lebih awal bila tidak stabil.
M80 dan Monte: kuda hitam yang wajib dipantau
Selain nama-nama besar, ada dua tim Stage 1 yang potensinya tak boleh diremehkan:
- M80 tampil garang di awal Budapest Major, menunjukkan bahwa mereka punya mekanik dan taktik yang layak di level top. Meski akhirnya runtuh di Stage 2, pengalaman tersebut bisa jadi modal berharga untuk EPL S23.
- Monte mungkin belum sepopuler raksasa Eropa, tetapi mereka sudah membuat kejutan besar dengan mengalahkan NAVI di kualifikasi online BLAST Bounty Winter 2026 dan bahkan menyingkirkan mereka. Itu cukup untuk membuat tim mana pun waspada.
Tim Stage 2: tim unggulan
Berbeda dengan Stage 1, Stage 2 diisi oleh tim-tim yang sudah mengamankan seed tinggi atau dipromosikan karena absennya Vitality dan Falcons. Inilah beberapa nama besar yang akan langsung tampil di fase utama:
- FURIA
- FaZe Clan
- Team Spirit
- The MongolZ
- Natus Vincere (NAVI)
- Aurora Gaming
- MOUZ
- B8
Aurora Gaming dan B8 diuntungkan oleh kekosongan slot Vitality dan Falcons, sehingga langsung naik ke Stage 2. Sementara itu, nama-nama seperti FURIA, FaZe, NAVI, MOUZ, dan Spirit jelas menjadi magnet utama perhatian penonton.
Favorit juara ESL Pro League S23
Tanpa Vitality dan Falcons, pertanyaan besar berikutnya adalah: siapa favorit juara EPL Season 23?
FURIA: favorit baru setelah kepergian juara bertahan
FURIA banyak disebut sebagai kandidat terkuat meraih gelar. Mereka mengakhiri paruh kedua 2025 dengan performa yang hampir miraculous, menunjukkan peningkatan besar dalam disiplin taktik dan konsistensi.
Meski begitu, awal musim 2026 selalu penuh tanda tanya. Form terbaru, adaptasi meta patch CS2, dan kesiapan individu pemain akan jadi faktor penting. Bagi banyak analis dan bookmaker esports, FURIA diperkirakan masuk jajaran teratas favorit juara.
MOUZ dan Spirit: penantang serius
MOUZ dan Team Spirit juga tak boleh dilewatkan dari daftar kandidat. Spirit adalah juara IEM Cologne 2025, dan mereka meraih titel tersebut dengan mengalahkan MOUZ di grand final. Duel keduanya di EPL S23 berpotensi menjadi rematch panas yang ditunggu-tunggu.
Dengan line-up muda yang agresif dan taktik rapi, Spirit sering tampil seperti mesin yang sulit dihentikan. MOUZ, di sisi lain, dikenal memiliki mix pemain berpengalaman dan talenta baru yang berbahaya.
NAVI dan FaZe: misi pembuktian ulang
Kedua raksasa ini datang ke EPL Season 23 dengan rapor kurang ideal. NAVI dan FaZe Clan sama-sama terpeleset di kualifikasi online BLAST Bounty Winter 2026, tersingkir oleh tim yang di atas kertas bukan favorit.
Untuk organisasi sebesar mereka, EPL S23 adalah ajang pembuktian bahwa mereka masih layak berada di puncak ranking dunia. Gagal tampil meyakinkan di sini akan menimbulkan pertanyaan besar seputar masa depan roster masing-masing.
The MongolZ, Aurora, B8: kuda hitam di Stage 2
The MongolZ sudah berkali-kali menunjukkan bahwa tim dari Asia tidak bisa lagi diremehkan di panggung internasional. Gaya bermain agresif namun terstruktur mereka bisa membuat top seed kesulitan.
Aurora Gaming dan B8, sebagai tim promosi ke Stage 2, datang dengan motivasi tinggi. Mereka bukan favorit juara, tapi dalam sistem bracket yang ketat, satu upset saja bisa mengubah arah turnamen.
Jadwal CS2 2026 dan peran ESL
ESL FACEIT GROUP memegang peran sentral di ekosistem CS2 tahun 2026. Selain ESL Pro League Season 23, mereka juga menggelar rangkaian Intel Extreme Masters (IEM) di beberapa kota besar:
- IEM Kraków
- IEM Rio
- IEM Atlanta
- IEM Cologne 2026
Yang paling menggemparkan tentu adalah fakta bahwa IEM Cologne 2026 resmi menjadi CS2 Major. Event ini akan berlangsung pada 2 Juni hingga 21 Juni, mengukuhkan Cologne sekali lagi sebagai salah satu "katedral" Counter-Strike.
Dengan jadwal padat seperti ini, wajar bila beberapa tim memilih untuk lebih selektif, mendahulukan Major dan turnamen dengan poin ranking tertinggi. Hal ini ikut menjelaskan kenapa kita mulai melihat keputusan seperti Vitality dan Falcons yang melewatkan EPL S23.
Tips menikmati turnamen & memaksimalkan CS2 skins
Menonton ESL Pro League Season 23 tak hanya soal menyaksikan aim dan taktik tingkat tinggi. Buat banyak pemain, turnamen besar juga menjadi inspirasi gaya bermain, termasuk soal loadout dan tampilan senjata.
Ikuti meta dan loadout pro
Sambil menonton EPL S23, kamu bisa memperhatikan:
- Senjata apa yang paling sering dipakai di meta terbaru (misalnya kombinasi rifle + utility di map tertentu).
- Skin apa yang sering nongol di broadcast, entah itu knife, gloves, rifle, atau AWP.
- Kecenderungan tim terhadap kombinasi warna dan tema skin tertentu (minimalis, colorful, hingga tema dark).
Kalau kamu ingin menyesuaikan koleksi dengan gaya para pro, ini waktu yang tepat untuk menata ulang inventori.
Manfaatkan pasar CS2 skins
Di tengah hype turnamen, aktivitas trading dan jual beli skin biasanya meningkat. Kalau kamu ingin upgrade tampilan senjata atau cari peluang jual skin saat hype tinggi, kamu bisa memanfaatkan marketplace pihak ketiga yang praktis dan aman.
Salah satu opsi yang bisa kamu cek adalah cs2 skins di UUSkins. Di sana kamu bisa:
- Mencari skin dengan filter harga, kelaikan (float), dan pattern khusus.
- Menjual skin yang sudah jarang kamu pakai untuk mengumpulkan saldo dan ganti ke skin favorit baru.
- Memantau tren harga skin populer yang sering dipakai pemain pro di turnamen besar.
Bagi kamu yang masih punya koleksi lama dari era CS:GO, beberapa item csgo skins yang telah migrasi ke CS2 juga bisa punya nilai menarik, terutama jika pattern atau stikernya langka.
Tips aman dan bijak bertransaksi
Kalau kamu berniat aktif trading skin selama EPL Season 23 berlangsung, beberapa tips berikut bisa membantu:
- Selalu periksa URL: Pastikan kamu mengakses situs resmi dan bukan tiruan phishing.
- Cek harga pasar: Bandingkan harga di beberapa platform sebelum menjual atau membeli skin bernilai tinggi.
- Atur budget: Perlakukan skin sebagai hiburan. Tentukan batas pengeluaran agar tidak berlebihan hanya karena hype turnamen.
- Jangan buru-buru: Harga skin bisa naik turun selama event besar. Kadang lebih baik menunggu beberapa hari untuk mendapatkan harga yang lebih stabil.
Menonton sembari belajar
ESL Pro League Season 23 bisa jadi "kelas gratis" untuk semua rank, dari Silver sampai Global. Beberapa hal yang bisa kamu pelajari sembari menikmati pertandingan:
- Cara pro mengelola ekonomi tim dan kapan mereka memilih force buy, eco, atau full buy.
- Penempatan utility (smoke, flash, HE, molotov) yang bisa kamu tiru di matchmaking atau Faceit.
- Timing rotasi, lurk, dan re-take di map favoritmu.
Gabungkan semua itu dengan loadout skin yang kamu suka, dan pengalaman bermain CS2 akan terasa jauh lebih personal dan menyenangkan.
Penutup: ESL Pro League S23 tanpa Vitality, tetap panas
Walaupun Team Vitality dan Team Falcons absen, ESL Pro League Season 23 tetap menjanjikan turnamen yang sangat kompetitif. Perubahan format Stage 1 ke online mungkin menuai pro dan kontra, tapi di sisi lain membuka peluang lebih luas bagi tim-tim yang kuat di lingkungan online.
Dengan kehadiran tim-tim seperti FURIA, MOUZ, Team Spirit, NAVI, FaZe, The MongolZ, Aurora, B8, G2, Astralis, NiP, dan banyak lagi, EPL S23 berpotensi menghadirkan upset, storyline kebangkitan, dan duel klasik yang layak ditunggu.
Untuk kamu sebagai pemain dan penonton, turnamen ini bukan cuma tontonan, tapi juga kesempatan:
- Belajar meta dan taktik CS2 terbaru.
- Memperbarui loadout dengan mengecek pilihan cs2 skins yang sesuai selera.
- Menikmati persaingan level tertinggi sambil mengasah skill sendiri di server.
Siapapun yang akhirnya mengangkat trofi di EPL Season 23, satu hal pasti: musim kompetitif CS2 tahun 2026 baru saja dimulai, dan ESL Pro League adalah bab pembuka yang sangat penting.












