- Ringkasan turnamen BLAST Bounty Winter 2026
- Jalur PARAVISION menuju gelar
- Grand final Falcons vs PARAVISION
- Drama dan perjuangan Team Falcons
- PARAVISION dengan zweih: ancaman baru
- Tim-tim besar yang terpeleset
- Anubis kembali ke meta CS2
- Tren CS2 skins dan pasar UUSkins
- Apa berikutnya di scene CS2?
Ringkasan turnamen BLAST Bounty Winter 2026
BLAST Bounty Winter 2026 resmi membuka musim kompetitif Counter-Strike 2 tahun 2026 dengan kejutan besar. Bukan Vitality, FURIA, atau NAVI yang mengangkat trofi, melainkan PARAVISION, tim yang awalnya datang sebagai underdog.
Format turnamen dimulai dari kualifikasi online lalu berlanjut ke LAN Finals. Turnamen ini juga menjadi ajang uji coba awal untuk patch Premier Season 4, termasuk kembalinya Anubis ke map pool Active Duty menggantikan Train. Di tengah adaptasi meta dan roster yang belum stabil, PARAVISION memanfaatkan kekacauan ini dengan sangat maksimal.
Selama perjalanan menuju trofi, PARAVISION menyingkirkan beberapa nama besar:
- Team Spirit di perempat final
- FURIA di semifinal
- Team Falcons di grand final, dengan skor telak 3-0
Bagi penonton, turnamen ini jadi kombinasi antara storyline emosional (perjuangan Falcons di tengah masalah internal) dan dongeng underdog ala PARAVISION yang menghancurkan prediksi bursa judi esports.
Jalur PARAVISION menuju gelar
Sebelum menyentuh panggung utama, PARAVISION terlebih dulu harus melewati kualifikasi online yang diisi tim-tim berpengalaman Eropa. Karena penempatan VRS mereka lebih rendah, PARAVISION justru punya keunggulan strategis: bisa memilih lawan di setiap ronde sesuai format BLAST Bounty.
Mereka tidak gegabah. Alih-alih menantang raksasa sejak awal, PARAVISION memilih lawan yang relatif lebih "aman" di atas kertas, seperti ENCE dan Astralis. Dari sini, terlihat jelas dua hal:
- Mereka punya pembacaan meta dan lawan yang matang
- Mereka datang bukan sekadar cari pengalaman, tetapi memang menargetkan deep run
PARAVISION di kualifikasi online
Dalam kualifikasi, performa PARAVISION stabil dan metodikal. Mereka tidak terlalu explosif, tapi sangat disiplin dalam eksekusi taktik. Dibandingkan dengan beberapa tim besar yang tampak masih mencari bentuk, PARAVISION justru terlihat sudah siap bermain BO3 berulang kali.
Hasilnya, mereka mengamankan tiket ke LAN Finals tanpa drama yang berlebihan, meski di atas kertas mereka bukan favorit.
Mengalahkan Spirit: momen balas dendam zweih
Perjalanan "film" PARAVISION benar-benar dimulai di perempat final LAN saat mereka bertemu Team Spirit. Pertandingan ini sarat emosi karena kehadiran Ivan "zweih" Gogin, mantan pemain Spirit yang baru saja dilepas sebelum musim 2026.
Pertandingan berakhir 2-1 untuk PARAVISION, dengan beberapa round krusial yang ditentukan oleh keputusan tajam zweih. Mengalahkan mantan tim di stage LAN bukan hanya soal poin bracket, tapi juga:
- Membuktikan bahwa keputusan transfernya tepat
- Menaikkan moral tim secara ekstrem menjelang semifinal
- Mengirim pesan ke tim-tim besar bahwa PARAVISION bukan sekadar kuda hitam
Dari sisi narasi, ini salah satu match paling berkesan sepanjang turnamen.
Membungkam FURIA di semifinal
Semifinal mempertemukan PARAVISION dengan FURIA, tim yang tampil sangat kuat di paruh kedua 2025 dan sempat menjuarai BLAST Rivals Fall. Banyak analis memprediksi FURIA akan mengakhiri kisah dongeng PARAVISION di sini.
Kenyataannya berbalik 180 derajat. PARAVISION tampil sangat rapih, menutup celah agresi khas FURIA, dan mengontrol tempo permainan dari awal sampai akhir. Skor akhir 2-0 dengan FURIA tidak mampu mengambil satu map pun menjadi indikasi bahwa ini bukan lagi sekadar "lucky run".
Di titik ini, pandangan publik berubah: dari underdog, PARAVISION mulai diperlakukan seperti tim serius yang bisa mengangkat trofi.
Grand final Falcons vs PARAVISION
Laga puncak BLAST Bounty Winter 2026 mempertemukan dua tim dengan storyline kuat: Team Falcons yang penuh goncangan internal tapi tetap melaju ke final, dan PARAVISION yang sedang on fire.
Draft map dan konteks pertandingan
Grand final dimainkan dalam format best-of-five (Bo5). Map yang muncul dalam draft adalah:
- Mirage – pick Falcons
- Dust II – pick PARAVISION
- Inferno – pick Falcons
- Ancient – pick PARAVISION (tidak terpakai)
- Anubis – decider (tidak terpakai)
Secara teori, dengan dua map pilihan sendiri dan pengalaman roster, Falcons seharusnya bisa memaksa seri lebih panjang. Namun eksekusi di server bercerita lain.
PARAVISION sapu bersih 3-0
Hasil akhir: Falcons 0–3 PARAVISION. Skor per map:
- Mirage: 9–13 untuk PARAVISION
- Dust II: 11–13 untuk PARAVISION
- Inferno: 11–13 untuk PARAVISION
Jika hanya melihat skor, semua map tampak ketat. Namun ada pola jelas yang terlihat:
- PARAVISION sangat tenang di late round, terutama pada situasi 3v3 dan 2v2
- Mereka jarang memberikan entry gratis di sisi CT dan tidak panik saat economy goyah
- Falcons beberapa kali gagal menutup map saat sudah memegang momentum
Dalam Bo5, ketenangan di situasi high-pressure sering lebih menentukan dari sekadar aim mekanik. Di sinilah pengaruh zweih dan struktur calling PARAVISION terlihat jelas.
Mengapa Falcons tetap tampak kompetitif?
Walaupun skor akhir 3-0, Falcons bukan tanpa perlawanan. Banyak ronde berjalan ketat, dan beberapa kali mereka berhasil memaksa PARAVISION ke posisi eco yang sulit. Hanya saja, detail-detail kecil seperti:
- Timing flank
- Util penggunaan molotov dan flash di choke point akhir
- Keputusan plant aman vs greedy
sering jatuh ke pihak PARAVISION. Di level ini, detail kecil adalah bedanya juara dan runner-up.
Drama dan perjuangan Team Falcons
Kalau melihat hasil akhir, banyak yang mungkin akan bilang Falcons "gagal". Tapi jika menilik konteks internal tim, justru performa mereka di BLAST Bounty Winter 2026 bisa dianggap cukup baik.
Masalah roster dan pelatih
Falcons memasuki LAN Finals dengan situasi yang jauh dari ideal:
- Matej "Nucleonz" Trajkoski harus naik ke roster utama menggantikan Maksim "kyousuke" Lukinc yang terkendala visa.
- Pelatih utama Danny "zonic" Sørensen tidak bisa mendampingi tim di Playoff karena menghadiri pemakaman saudaranya. Posisi in-game leadership dari sisi staff diambil alih oleh assistant coach Aymein "Aymeinstein" Bencheikh.
Kehilangan satu pemain inti dan pelatih legendaris seperti zonic tepat sebelum pertandingan besar jelas memukul stabilitas taktik dan mental tim. Dalam kondisi seperti ini, banyak tim lain mungkin bahkan gugur sebelum semifinal.
Hasil Falcons di Bounty Winter 2026
Jika dilihat dari bracket, performa Falcons sebenarnya cukup solid:
- Di kualifikasi online, mereka mengalahkan ECSTATIC dan Monte. Monte sendiri sempat mengejutkan dengan mengalahkan NAVI, jadi bukan lawan sembarangan.
- Di perempat final, Falcons menyingkirkan Team Liquid 2–0, termasuk kemenangan 16–14 lewat overtime di Nuke.
- Di semifinal, mereka menumbangkan Team Vitality dalam seri yang sangat ketat, sekaligus mengulangi keberhasilan mereka mengalahkan Vitality di BLAST Rivalry 2025 Hong Kong.
Baru di grand final mereka kehabisan bensin. Jika membandingkan resource dan kondisi internal, Falcons tetap layak disebut salah satu tim paling tangguh di turnamen ini, meski pulang hanya dengan status runner-up.
PARAVISION dengan zweih: ancaman baru
PARAVISION sebenarnya bukan nama yang benar-benar asing. Mereka sudah menunjukkan potensi di StarLadder Budapest Major 2025. Namun masuknya zweih mengubah mereka dari tim menjanjikan menjadi kontender juara.
Dampak zweih di dalam server
zweih bukan hanya sekadar upgrade firepower. Yang membuat PARAVISION naik level adalah:
- Pengalaman Major dan tier-1 yang ia bawa dari Spirit
- Kemampuan mengambil keputusan cepat di mid-round
- Fleksibilitas peran, bisa di-setup sebagai bintang maupun sebagai pendukung entry lain
Hal ini terlihat terutama saat melawan Spirit dan FURIA, di mana beberapa round kunci diputuskan oleh reposition agresif dan timing peek yang sangat berani dari zweih.
Pemilihan lawan ala PARAVISION di format Bounty
Dalam format BLAST Bounty, tim dengan VRS lebih rendah punya hak memilih lawan. PARAVISION memanfaatkan ini dengan gaya yang sangat "cold-blooded":
- Menghindari tim-tim yang secara gaya bermain tidak cocok dengan mereka
- Memilih lawan yang cenderung bermain lebih lurus dan dapat diprediksi
- Fokus mengamankan progres ke ronde berikutnya alih-alih mengejar nama besar demi gengsi
Strategi ini mungkin tidak seksi di atas kertas, tapi sangat efektif. Setelah mengumpulkan momentum dan kepercayaan diri dari pertandingan-pertandingan ini, mereka siap menghadapi raksasa seperti Spirit dan FURIA di LAN.
Apakah PARAVISION hanya sekali meledak?
Pertanyaan yang sekarang muncul di komunitas adalah: apakah performa di BLAST Bounty Winter 2026 ini hanya underdog run sekali, atau awal dari era baru PARAVISION?
Beberapa indikator bahwa mereka bisa konsisten:
- Mereka sudah lolos ke tahap online ESL Pro League Season 23
- Mereka menunjukkan kemampuan adaptasi meta, terutama dengan kembalinya Anubis
- Struktur tim tampak rapi, bukan bergantung pada satu bintang saja
Namun ujian sesungguhnya baru akan datang saat mereka menghadapi bracket penuh tim top di turnamen besar lain dengan penonton live.
Tim-tim besar yang terpeleset
BLAST Bounty Winter 2026 juga menjadi alarm dini bagi beberapa organisasi besar. Memang, turnamen awal musim bukan parameter mutlak, tapi tetap memberi gambaran form awal.
NAVI dan FaZe Clan dalam masalah?
Dua nama besar, NAVI dan FaZe Clan, tampil jauh di bawah ekspektasi. Keduanya tersingkir lebih awal setelah kalah dari lawan yang di atas kertas bisa mereka kalahkan:
- NAVI tumbang dari Monte
- FaZe kalah dari EYEBALLERS
Di awal musim, selalu ada alasan seperti adaptasi patch, latihan belum maksimal, atau eksperimen role. Namun jika hasil seperti ini berlanjut di turnamen berikutnya, isu struktural di roster dan taktik harus mulai dipertanyakan.
Vitality: tidak juara, tapi masih menakutkan
Team Vitality gagal mencapai grand final, namun performa mereka masih cukup solid secara keseluruhan. Mereka tersingkir oleh Falcons di semifinal dalam duel ketat yang turut menampilkan Anubis, map yang baru kembali ke Active Duty.
Mengingat roster Vitality ini juga yang kemudian mencatat kemenangan besar di Budapest Major 2025, sulit untuk menyebut mereka menurun. Lebih tepat jika dikatakan:
- Mereka menggunakan BLAST Bounty sebagai warm-up serius
- Masih berada di jajaran tim yang harus diwaspadai untuk Major Cologne 2026
FURIA: kesempatan yang terbuang
Berkaca pada paruh kedua 2025, FURIA datang ke turnamen ini dengan ekspektasi tinggi. Mereka mengalahkan 9ine, FUT, dan HEROIC, tapi kemudian dihentikan total oleh PARAVISION di semifinal.
Untuk tim yang membidik gelar Major, perjalanan seperti ini terasa kurang memuaskan. Menang melawan tim kuat tapi langsung tumbang sebelum final sering dianggap "no real achievement" di kacamata fans garis keras.
Anubis kembali ke meta CS2
Salah satu elemen paling menarik dari BLAST Bounty Winter 2026 adalah munculnya Anubis dalam map pool, menggantikan Train setelah patch Premier Season 4. Perubahan ini sudah terasa bahkan sejak kualifikasi online.
Bagaimana tim memainkan Anubis
Beberapa tim yang terlihat cukup percaya diri di Anubis antara lain FURIA, Vitality, dan PARAVISION. Anubis muncul dalam sejumlah seri penting:
- Vitality mengalahkan Falcons di Anubis pada semifinal
- Map ini sering disisakan sebagai decider dalam beberapa pertandingan Playoff
- Di grand final, Anubis juga dibiarkan sebagai decider, walaupun akhirnya tidak dimainkan karena skor 3-0
Kembali populernya Anubis mengubah cara tim menyusun map pool. Tim-tim yang lambat beradaptasi dengan struktur site dan choke point baru akan kesulitan di turnamen-turnamen awal musim.
Dampak Anubis terhadap meta dan ekonomi
Map seperti Anubis cenderung menuntut:
- Penggunaan utility yang terencana untuk menembus choke sempit
- Set execute yang rapi dengan smoke dan molotov berlapis
- Ekonomi yang stabil, karena force-buy tanpa util lengkap sering tidak efektif
Tim yang punya calling disiplin dan koordinasi utility yang solid akan diuntungkan. Ini salah satu alasan tim seperti Vitality dan PARAVISION terlihat nyaman di map ini dibanding tim yang mengandalkan aim murni.
Tren CS2 skins dan pasar UUSkins
Setiap turnamen besar CS2 selalu berdampak ke pasar kosmetik dan skin. Highlight dari BLAST Bounty Winter 2026, terutama aksi-aksi di Mirage, Dust II, Inferno, dan Anubis, mendorong minat pemain untuk mencari kombinasi loadout yang keren sekaligus bernilai.
Bagaimana turnamen mempengaruhi nilai skins
Kinerja pemain bintang dengan senjata tertentu sering kali memicu lonjakan minat pada jenis skin senjata yang sama. Misalnya:
- AWP clutch di ronde penting bisa meningkatkan perhatian pada skin AWP tertentu
- Rifler yang mendominasi dengan AK-47 atau M4 membuat skin seri populer kembali naik peminat
- Peningkatan penggunaan Anubis dan Mirage mendorong minat pada skin bertema warna dan motif desert atau urban
Di CS2, transisi visual juga membuat banyak koleksi lama tampak lebih hidup berkat lighting dan material baru. Ini membuka peluang baru bagi trader dan kolektor.
Membeli dan menjual CS2 skins di UUSkins
Bagi pemain yang ingin memperbarui tampilan loadout setelah menonton BLAST Bounty Winter 2026, platform seperti cs2 skins di UUSkins bisa jadi pilihan praktis.
Beberapa keuntungan menggunakan marketplace khusus seperti UUSkins antara lain:
- Harga lebih kompetitif dibanding beberapa listing di dalam Steam Community Market
- Proses jual beli yang biasanya lebih cepat, karena fokus pada transaksi kosmetik
- Koleksi yang tersegmentasi berdasarkan senjata, kualitas, dan tingkat kelangkaan
Selain untuk CS2, banyak pemain lama yang juga masih mengelola koleksi csgo skins mereka, entah untuk dijual, ditukar, atau sekadar disimpan sebagai memorabilia era CS:GO.
Tips cepat trading skins bagi pemain baru
Kalau kamu baru ingin terjun ke dunia trading skin setelah terinspirasi dari turnamen, beberapa tips singkat ini bisa membantu:
- Jangan beli hanya karena hype sesaat – tunggu harga stabil setelah turnamen besar.
- Cari informasi float value, sticker, dan pattern sebelum membeli skin mahal.
- Gunakan marketplace tepercaya seperti UUSkins dan selalu cek reputasi penjual (jika berlaku).
- Tentukan tujuan: mau koleksi jangka panjang, dipakai sendiri, atau untuk flipping jangka pendek.
Dengan pendekatan yang sabar dan terinformasi, kamu bisa menikmati sisi koleksi dan ekonomi dari CS2 tanpa harus terburu-buru mengikuti spekulasi buta.
Apa berikutnya di scene CS2?
BLAST Bounty Winter 2026 mungkin "hanya" turnamen pembuka musim, tapi implikasinya cukup besar untuk peta kekuatan sementara scene CS2:
- PARAVISION resmi naik status dari underdog menjadi tim yang harus disegani
- Falcons membuktikan bahwa mereka bisa kompetitif meski diterpa masalah internal
- Vitality, FURIA, NAVI, dan FaZe punya cukup banyak VOD untuk dianalisis sebelum event berikutnya
- Anubis kembali mengubah cara tim menyusun map pool dan taktik
Dalam hitungan hari setelah grand final, spotlight beralih ke IEM Krakow 2026, turnamen LAN besar pertama musim ini dengan Playoff di depan penonton langsung. Di sanalah kita akan melihat apakah:
- PARAVISION bisa mempertahankan momentum
- Falcons bangkit dengan roster dan staff yang komplet
- Tim-tim besar seperti NAVI dan FaZe mampu membalik opini publik
Bagi pemain dan penonton, satu hal yang pasti: musim 2026 baru saja dimulai, dan BLAST Bounty Winter 2026 sudah memberi sinyal bahwa era baru kejutan di CS2 sedang berjalan.
Sambil menunggu turnamen berikutnya, tidak ada salahnya memperbarui loadout dan koleksi kosmetik kamu, lalu kembali ke server – siapa tahu highlight-mu selanjutnya justru terinspirasi dari cara PARAVISION merebut trofi di awal tahun.











