- Ringkasan transfer dev1ce ke 100 Thieves
- Alur kepindahan dev1ce: dari Astralis ke 100 Thieves
- Peran rain dan gla1ve di proyek baru 100 Thieves
- Alasan antusias dan keraguan terhadap transfer ini
- Perjalanan karier dev1ce sebelum 100 Thieves
- Roster lengkap CS2 100 Thieves 2026
- Tantangan taktis untuk gla1ve dan 100 Thieves
- Dampak di skena CS2 dan perbandingan dengan s1mple
- CS2 skins: ekonomi digital di sekitar 100 Thieves
- Prediksi dan apa yang harus dipantau dari 100 Thieves
Ringkasan transfer dev1ce ke 100 Thieves
Musim 2026 Counter-Strike 2 (CS2) dibuka dengan salah satu transfer paling besar secara historis: Nicolai "dev1ce" Reedtz resmi meninggalkan Astralis dan bergabung dengan 100 Thieves. Organisasi asal Amerika ini tidak hanya kembali ke scene Counter-Strike, tetapi langsung membangun proyek jangka panjang dengan kombinasi superstar berpengalaman dan tiga talenta muda.
Yang membuat proyek ini semakin menarik adalah fakta bahwa Lukas "gla1ve" Rossander, mantan in-game leader legendaris Astralis, kini menjadi pelatih kepala 100 Thieves CS2. Di sisi server, dev1ce akan ditemani oleh Håvard "rain" Nygaard, salah satu rifler paling ikonik yang pernah mengangkat trofi Major.
Namun, di balik hype besar, ada juga tanda tanya: apakah dev1ce masih bisa tampil di level tertinggi CS2? Atau ini menjadi fase terakhir kariernya di tier 1?
Alur kepindahan dev1ce: dari Astralis ke 100 Thieves
Menjelang akhir 2025, Astralis mengumumkan bahwa dev1ce tidak akan lagi menjadi bagian dari roster aktif. Saat itu, publik hanya tahu bahwa ia sudah diakuisisi oleh organisasi lain, namun nama tim sengaja dirahasiakan. Spekulasi pun bermunculan, mulai dari potensi reuni di organisasi Nordik lainnya hingga pindah ke proyek internasional.
Awal 2026 menjadi titik terang. 100 Thieves mengumumkan bahwa mereka kembali ke kompetitif CS2 dan mengonfirmasi rumor yang beredar: dev1ce adalah pilar utama roster baru mereka. Pengumuman ini langsung menggeser sorotan komunitas ke 100 Thieves — tim yang sebelumnya dikenal lebih aktif di judul lain seperti VALORANT dan League of Legends.
Dari sudut pandang PR dan brand, ini langkah yang sangat kuat: 100 Thieves bukan hanya membeli pemain, tetapi juga membeli warisan juara empat Major lengkap dengan basis fan yang besar.
Peran rain dan gla1ve di proyek baru 100 Thieves
Transfer dev1ce bukan satu-satunya bagian penting dari puzzle 100 Thieves. Sebelumnya, organisasi ini sudah lebih dulu mengumumkan rekrutan Håvard "rain" Nygaard. Dua veteran ini akan menjadi fondasi pengalaman untuk tiga pemain muda yang bergabung.
rain sebagai rifler pengarah generasi baru
rain dikenal sebagai pemain yang selalu tampil solid di panggung besar. Awp bisa dingin, entry bisa mati, tetapi rain sering menjadi tulang punggung space-creator di berbagai tim yang ia bela. Di 100 Thieves, perannya kemungkinan besar:
- Membuka ruang di sisi T melalui entry atau space-creating plays.
- Menjadi figur veteran yang memberi contoh disiplin posisi dan utility.
- Membantu transisi tiga pemain muda untuk memahami ritme tier 1.
gla1ve sebagai pelatih: transformasi taktis
Peran gla1ve sebagai pelatih tidak bisa diremehkan. Di era CS:GO, ia adalah salah satu IGL tersukses sepanjang sejarah. Kini, ia tidak lagi memimpin dari dalam server, tetapi dari belakang layar:
- Mendesain struktur taktis yang memaksimalkan kombinasi pengalaman dev1ce & rain dengan firepower muda.
- Membangun playbook baru sesuai meta CS2, bukan sekadar mengulang formula lama Astralis.
- Membentuk identitas tim: apakah 100 Thieves akan bermain super disiplin, atau lebih fleksibel dan eksplosif?
Kolaborasi gla1ve–dev1ce–rain merupakan salah satu titik fokus utama bagi pengamat CS2. Jika chemistry mereka klik, 100 Thieves bisa melonjak cepat di ranking internasional meskipun harus memulai dari bawah.
Alasan antusias dan keraguan terhadap transfer ini
Kedatangan dev1ce ke 100 Thieves jelas menghadirkan dua sisi: optimisme dan skeptisisme.
Faktor yang membuat transfer ini menggairahkan
Dari sisi positif, ada beberapa hal yang membuat komunitas bersemangat:
- Legacy empat Major: dev1ce sudah membuktikan dirinya di level tertinggi, bukan hanya satu kali, tetapi berulang kali.
- Nama besar untuk organisasi: 100 Thieves langsung masuk headline media esports dan menarik fans CS2 lama.
- Potensi mentor: pengalaman dev1ce dapat mempercepat perkembangan pemain muda, baik secara mekanik maupun mental.
Penurunan performa dan pertanyaan soal motivasi
Namun, ada alasan kuat mengapa sebagian fans masih ragu. Di CS2 awal, statistik dev1ce tidak sebrutal masa kejayaannya di CS:GO. Rating individunya di 2025 hanya berada di kisaran menengah jika dibandingkan dengan superstar lain di meta sekarang. Selain itu, dalam beberapa turnamen besar, terutama Major di Budapest, ia terlihat seperti versi yang lebih pucat dari dirinya yang dulu.
Dalam beberapa wawancara, dev1ce juga sempat mengakui penurunan motivasi untuk berlatih. Hal ini membuat banyak pihak bertanya-tanya: apakah pindah ke 100 Thieves adalah:
- Reset mental dan lingkungan baru untuk membangkitkan kembali motivasi, atau
- Langkah transisi menuju tahap akhir karier kompetitifnya?
Musim 2026 CS2 akan menjadi jawaban apakah masalah sebelumnya lebih banyak berasal dari kondisi internal Astralis atau memang bentuk penurunan performa individual.
Perjalanan karier dev1ce sebelum 100 Thieves
Untuk memahami beratnya transfer ini, kita perlu melihat kembali garis besar karier dev1ce.
Era keemasan bersama Astralis
Dev1ce dikenal luas saat membela Astralis, tim yang mendominasi era tertentu di CS:GO dan mengubah standar permainan tim secara global. Astralis dengan core dev1ce–gla1ve dan kawan-kawan meraih beberapa trofi Major dan menjadi simbol:
- Struktur taktis yang disiplin.
- Penggunaan utility yang efisien dan terencana.
- Konsistensi di panggung besar.
Nama dev1ce melekat dengan Astralis hampir sepanjang kariernya. Ia sempat bermain di organisasi lain di awal, tetapi reputasi sejatinya terbentuk saat masa kejayaan tim Denmark tersebut.
Episode Ninjas in Pyjamas dan kembali ke Astralis
Usai puncak kejayaan bersama Astralis, dev1ce mencoba tantangan baru dengan Ninjas in Pyjamas (NiP). Bersama NiP, ia sempat mencapai beberapa hasil positif, termasuk finish di posisi delapan besar di turnamen besar seperti Major 2021 di Stockholm. Namun, fase ini tidak pernah mencapai dominasi seperti di Astralis.
Pada 2022, dev1ce kembali ke Astralis. Harapan fans cukup tinggi: mereka ingin melihat kebangkitan proyek lama. Sayangnya, realitas tidak semulus harapan. Hanya satu Major yang sempat ia mainkan setelah itu, dan performa Astralis bisa dibilang naik-turun seperti roller coaster. Ada momen menjanjikan, misalnya run yang kuat di turnamen besar tertentu, tetapi tidak konsisten.
Semua faktor ini menjadi latar belakang penting yang membuat transfer ke 100 Thieves terasa seperti babak baru yang sangat menentukan.
Roster lengkap CS2 100 Thieves 2026
Alih-alih merekrut lima nama bintang, 100 Thieves memilih pendekatan dua veteran, tiga pemain muda. Pendekatan ini menunjukkan bahwa mereka tidak hanya mengejar hasil instan, tetapi juga ingin membangun pondasi jangka panjang.
Komposisi roster dan profil singkat masing-masing pemain
Berikut inti roster yang dikonfirmasi untuk musim 2026:
- Nicolai "dev1ce" Reedtz – AWPer utama, legenda empat Major, diharapkan menjadi bintang sekaligus pilar pengalaman.
- Håvard "rain" Nygaard – rifler veteran yang biasanya mengambil peran entry atau space-creator.
- William "sirah" Kjærsgaard – datang dari ECSTATIC, punya jam terbang di turnamen tier 2 dan 3 sepanjang 2025.
- Alex "poiii" Nyholm Sundgren – sebelumnya membela EYEBALLERS dan Alliance di 2024–2025, masih minim pengalaman di tier 1.
- André "Ag1l" Gil – eks pemain SAW dengan highlight hasil top 3 di event besar seperti PGL Masters Bucharest 2025.
Di belakang mereka, gla1ve bertindak sebagai pelatih kepala, memegang kontrol penuh terhadap arah taktis dan pengembangan tim.
Potensi sinergi antara veteran dan tiga pemain muda
Di atas kertas, struktur ini cukup menarik. dev1ce dan rain bisa berperan sebagai "paman" yang mengarahkan gaya main, sementara tiga pemain muda membawa:
- Refleks dan mekanik segar yang cocok dengan meta aim-heavy di CS2.
- Kemauan beradaptasi dengan peran yang mungkin kurang populer, tetapi penting.
- Fleksibilitas untuk mengikuti sistem taktis yang dibangun gla1ve.
Tantangannya: bagaimana menyatukan semuanya dalam kurun waktu yang cukup singkat untuk bersaing di level internasional, terutama ketika tim lain sudah mapan dengan roster mereka sejak 2024–2025.
Tantangan taktis untuk gla1ve dan 100 Thieves
Berperan sebagai pelatih, gla1ve bukan hanya mengatur call di round-by-round, tetapi juga harus membangun identitas makro 100 Thieves.
Membangun identitas taktis di era CS2
CS2 berbeda dengan CS:GO dalam beberapa aspek penting: movement, smoke, dan beberapa perubahan map membuat meta lebih cepat berubah. Bagi 100 Thieves, ini berarti mereka tidak bisa sekadar menyalin struktur taktikal lama Astralis. Hal yang perlu dilakukan gla1ve antara lain:
- Mendefinisikan map pool utama tim, memilih peta yang cocok dengan gaya dev1ce dan rain.
- Membangun pola default yang aman tetapi fleksibel untuk tiga pemain muda yang belum berpengalaman di tier 1.
- Menentukan kapan tim harus bermain struktur ketat dan kapan boleh memberi kebebasan kepada rifler agresif.
Penempatan peran dan struktur role in-game
Dari komposisi roster, kita bisa memprediksi distribusi peran sebagai berikut (yang tentu saja masih bisa berubah):
- dev1ce – AWPer utama, anchor di beberapa sisi CT, menjadi win condition di mid/late round.
- rain – entry/space-creator, terutama di sisi T, dan anchor agresif di CT.
- sirah – rifler fleksibel, bisa mengisi peran support aktif atau lurker tergantung map.
- poiii – berpotensi mengisi posisi yang lebih supportive atau anchor di side yang kurang "seksi".
- Ag1l – bisa menjadi secondary caller atau rifler yang lebih fokus ke mid-round decision.
Jika struktur ini berhasil dibangun secara stabil, 100 Thieves punya peluang untuk menjadi tim kuda hitam di event-event besar setelah mereka mengumpulkan cukup pengalaman.
Dampak di skena CS2 dan perbandingan dengan s1mple
Transfer dev1ce ke 100 Thieves tidak terjadi dalam vakum. Di periode yang hampir bersamaan, Oleksandr "s1mple" Kostyliev juga mengambil langkah berani dengan bergabung ke organisasi yang lebih kecil, BC.Game Esports, dan tampil di IEM Katowice 2026.
Kedua kasus ini menunjukkan tren menarik:
- Superstar legendaris tidak lagi hanya berlabuh di tim raksasa tradisional.
- Organisasi baru atau yang baru kembali ke CS2 bisa menarik perhatian global dengan mengontrak satu atau dua nama besar lalu membangun sekitar mereka.
Bagi scene CS2, ini sehat dari sisi kompetisi dan narasi. Fans kini punya lebih banyak storyline: apakah "superstar + underdog roster" bisa menantang superteam yang sudah mapan?
CS2 skins: ekonomi digital di sekitar 100 Thieves
Setiap kali organisasi besar kembali ke CS2 dengan roster berprofil tinggi, dampaknya tidak hanya terasa di server, tetapi juga di ekosistem ekonomi digital game, terutama skin senjata.
Pengaruh roster besar terhadap minat skins
Fans cenderung ingin meniru idolanya: crosshair, resolusi, playstyle, hingga skin yang digunakan. Jika dev1ce mulai tampil konsisten dengan kombinasi AWP dan rifle tertentu, banyak pemain rank matchmaking sampai FACEIT yang akan:
- Mencari skin yang mirip dengan loadout dev1ce dan rain.
- Mengikuti tren skin yang populer di highlight dan fragmovie.
- Meningkatkan aktivitas jual beli di marketplace pihak ketiga.
Bagi pemain yang ingin ikut tren tanpa harus overpay di market tertentu, platform pihak ketiga menjadi pilihan penting. Salah satu opsi yang bisa kamu cek untuk transaksi cs2 skins dan juga csgo skins adalah marketplace yang menyediakan harga kompetitif, sistem deposit yang beragam, dan proses withdraw yang jelas.
Tips singkat mengelola inventori skins di era CS2
Jika kamu mulai tertarik membangun inventori skins sambil mengikuti scene 100 Thieves, beberapa tips dasar berikut bisa membantu:
- Fokus ke satu atau dua senjata utama yang sering kamu gunakan, misalnya AK-47 + AWP atau M4 + pistol favorit.
- Gunakan marketplace terpercaya saat ingin membeli atau menjual, agar terhindar dari scam dan harga yang terlalu tinggi.
- Jangan kejar hype secara membabi buta – harga skin tertentu bisa melonjak sesaat karena satu highlight, lalu turun lagi.
- Perhatikan faktor float, pattern, dan sticker jika kamu tertarik trading jangka panjang.
Dengan pendekatan yang bijak, kamu bisa menikmati sisi koleksi dan trading tanpa mengganggu budget utama, sambil tetap mendukung scene kompetitif dengan mengikuti turnamen dan storylines seperti proyek 100 Thieves ini.
Prediksi dan apa yang harus dipantau dari 100 Thieves
Memprediksi masa depan 100 Thieves CS2 di 2026 memang masih spekulatif, tetapi ada beberapa indikator penting yang akan menentukan apakah proyek ini:
- Berhasil menjadi penantang serius di tier 1, atau
- Hanya menjadi tim mid-table dengan nama besar di dalamnya.
Indikator kunci keberhasilan proyek 100 Thieves
Hal-hal berikut layak kamu pantau sepanjang musim:
- Stabilitas performa dev1ce: apakah ia bisa kembali menjadi top AWPer, atau setidaknya konsisten sebagai bintang utama tim.
- Adaptasi tiga pemain muda: seberapa cepat sirah, poiii, dan Ag1l bisa beradaptasi dengan tekanan panggung besar.
- Keputusan taktis gla1ve: apakah 100 Thieves punya identitas jelas, atau kesulitan menemukan gaya main yang cocok.
- Hasil di event besar pertama: turnamen awal sering kali menjadi indikator apakah proyek punya masa depan cerah atau perlu rebuild dini.
Alasan mengapa fans sebaiknya mengikuti perjalanan mereka
Bagi penggemar CS2, 100 Thieves adalah salah satu tim yang paling menarik untuk diikuti di musim 2026 karena:
- Mereka menyatukan sejarah (dev1ce & rain) dengan masa depan (tiga talenta muda).
- Ini adalah uji besar pertama apakah seorang legenda IGL seperti gla1ve bisa sukses sebagai pelatih dalam game yang berbeda.
- Setiap pertandingan mereka akan membawa narasi: comeback, pembuktian, atau mungkin penutupan era.
Jika kamu tertarik memadukan menonton kompetitif dengan aktivitas lain seperti analisis taktis, diskusi komunitas, hingga trading skin di platform seperti cs2 skins, maka musim 2026 adalah waktu yang tepat untuk benar-benar terjun kembali ke ekosistem CS2.
Pada akhirnya, apakah 100 Thieves akan bersinar di server sama terang dengan hype di sosial media akan ditentukan oleh hal paling sederhana, tetapi paling sulit: kerja keras harian, adaptasi, dan konsistensi di server. Yang jelas, semua mata sekarang sedang mengarah ke mereka.









